Kerentanan pada kernel Linux perlu mendapat perhatian karena dampaknya dapat menjangkau seluruh layanan di dalam server. Salah satunya adalah CVE-2026-98432, yang berkaitan dengan pengelolaan memori pada proses koneksi jaringan.
Halaman resmi Ubuntu mencantumkan CVSS 3.1 sebesar 9,8 atau Critical, dengan prioritas penanganan Ubuntu High. Namun, status perbaikannya perlu dibaca dengan teliti: adanya nomor versi dalam daftar belum selalu berarti pembaruan tersebut sudah tersedia.
Artikel ini mengacu pada informasi yang diperiksa pada 30 Oktober 2026. Status paket dapat berubah setelah tanggal tersebut.
Apa Itu CVE-2026-98432?
CVE-2026-98432 merupakan masalah use-after-free pada bagian jaringan IPv4 di kernel Linux. Secara sederhana, masalah ini terjadi ketika area memori sudah dibebaskan, tetapi masih digunakan oleh proses lain.
Dalam kasus ini, kondisi tersebut berkaitan dengan pemrosesan koneksi TCP secara bersamaan, termasuk pengiriman ulang permintaan koneksi dan perpindahan request socket. Perbaikannya mengatur agar memori baru dibebaskan setelah pembaca yang masih menggunakannya selesai.
Bagi pemilik server, hal yang perlu dipahami adalah bahwa masalahnya berada pada kernel. Memperbarui WordPress, PHP, atau panel hosting saja tidak memperbaiki komponen kernel yang terdampak.
Apa Dampaknya terhadap Server?
Red Hat menjelaskan bahwa permintaan jaringan dengan pengaturan waktu tertentu dapat memicu kondisi ini. Dampak yang paling jelas adalah kernel mengalami crash sehingga layanan menjadi tidak tersedia atau mengalami denial of service.
Meski demikian, penilaian antarvendor berbeda. Red Hat memberikan skor 5,9 untuk produknya karena kompleksitas serangan yang tinggi, serta menyebut belum ada dampak kerahasiaan dan integritas yang didemonstrasikan dalam penilaiannya. Karena itu, skor 9,8 tidak boleh langsung diterjemahkan sebagai bukti bahwa semua server dapat diambil alih dengan mudah.
Untuk pengelola hosting, gangguan pada kernel dapat membuat beberapa layanan berhenti bersamaan. Website, database, dan email yang berada di mesin yang sama bisa ikut tidak dapat diakses.
Bagaimana Status Perbaikannya di Ubuntu?
Berikut sebagian status paket pada advisori Ubuntu saat pemeriksaan:
| Rilis Ubuntu | Paket kernel | Status | Versi yang sedang disiapkan |
|---|---|---|---|
| Ubuntu 22.04 LTS | linux | Vulnerable — work in progress | 5.15.0-203.213 |
| Ubuntu 22.04 LTS | linux-hwe-6.8 | Vulnerable — work in progress | 6.8.0-149.149~22.04.1 |
| Ubuntu 24.04 LTS | linux | Vulnerable — work in progress | 6.8.0-149.149 |
| Ubuntu 26.04 LTS | linux | Vulnerable — work in progress | 7.0.0-43.43 |
| Ubuntu 26.10 | linux | Vulnerable — work in progress | 7.3.0-10.10 |
Versi dalam tabel ini belum boleh disebut sebagai paket yang sudah aman dan tersedia. Statusnya masih menunjukkan perbaikan sedang dikerjakan. Varian kernel lain perlu diperiksa pada barisnya masing-masing.
Ubuntu membedakan status tersebut dengan Fixed, yang berarti versi paket dengan perbaikan sudah tersedia. Status Ignored juga bukan berarti aman; status itu dapat menunjukkan paket tidak lagi mendapat perbaikan.
Versi Kernel Mana yang Sudah Mendapat Perbaikan?
Pengumuman tim CVE kernel Linux mencantumkan perbaikan upstream pada cabang berikut:
| Cabang kernel upstream | Versi yang memuat perbaikan |
|---|---|
| 6.12 | 6.12.113 |
| 6.18 | 6.18.56 |
| 7.2 | 7.2.10 |
| Pengembangan 7.3 | 7.3-rc7 |
Versi tersebut merujuk pada kernel upstream, bukan nomor paket Ubuntu. 7.3-rc7 merupakan versi kandidat rilis, sehingga bukan pilihan yang disarankan untuk mengganti kernel server produksi hanya demi mengejar patch ini. Tim kernel juga menyarankan pembaruan kernel lengkap, bukan mengambil satu commit perbaikan secara terpisah.
Untuk server Ubuntu, gunakan paket resmi yang sesuai dengan rilis dan varian kernel Anda. Jangan menyimpulkan status keamanan hanya dengan membandingkan angka utama seperti 5.15, 6.8, atau 6.12; distributor dapat memasukkan perbaikan ke cabang kernel yang tetap mempertahankan nomor versi dasarnya.
Cara Memeriksa dan Memperbarui Ubuntu
Langkah berikut ditujukan untuk administrator yang memiliki akses SSH dan hak sudo. Kerjakan pada sistem Ubuntu yang mengelola kernelnya sendiri, bukan dari terminal akun shared hosting.
1. Periksa rilis Ubuntu dan kernel yang sedang berjalan
Jalankan:
cat /etc/os-release
uname -rPerintah pertama menampilkan identitas sistem operasi. Perintah kedua menunjukkan kernel yang sedang digunakan.
Untuk melihat versi paket serta sumber kernel aktif, jalankan:
dpkg-query -W -f='${Package}\t${Version}\t${source:Package}\t${source:Version}\n' "linux-image-$(uname -r)"Informasi ini membantu mencocokkan mesin dengan tabel advisori. Jika paket tidak ditemukan, kernel mungkin berasal dari instalasi khusus atau dikelola oleh host virtualisasi. Jangan memaksakan pemasangan kernel generic sebelum mengetahui penyebabnya.
2. Siapkan backup dan waktu pemeliharaan
Sebelum memperbarui server produksi, pastikan backup data dan konfigurasi tersedia. Untuk VPS, siapkan akses konsol dari penyedia agar Anda tetap dapat melakukan pemeriksaan jika SSH tidak kembali setelah reboot.
Jadwalkan pekerjaan pada waktu yang sesuai karena pembaruan paket dapat memulai ulang layanan, sedangkan reboot akan memutus koneksi aktif.
3. Periksa pembaruan dari repositori resmi
Ubuntu menyarankan pembaruan paket melalui APT:
sudo apt update
sudo apt upgradeBaca daftar perubahan sebelum menyetujuinya. Jika apt update menampilkan kesalahan repositori, selesaikan masalah tersebut terlebih dahulu agar pemeriksaan paket menggunakan informasi terbaru.
Berhasil menjalankan pembaruan tidak otomatis membuktikan CVE ini sudah teratasi. Pastikan paket yang terpasang benar-benar memiliki perbaikan untuk CVE-2026-98432.
Jika kernel tertahan atau tidak ikut diperbarui, periksa:
apt-mark showhold
apt list --upgradableJangan langsung membuka semua paket yang ditahan. Cari tahu terlebih dahulu apakah penahanan tersebut dibuat untuk kebutuhan kompatibilitas server.
4. Periksa CVE menggunakan Ubuntu Pro Client
Ubuntu menyediakan pemeriksaan berdasarkan ID CVE melalui Pro Client. Jika diperlukan, pasang atau perbarui kliennya:
sudo apt update
sudo apt install ubuntu-pro-clientLangkah pemasangan tersebut mengikuti dokumentasi resmi Ubuntu Pro Client.
Kemudian lakukan simulasi pemeriksaan:
sudo pro fix --dry-run CVE-2026-98432Mode --dry-run membantu menampilkan paket terdampak dan ketersediaan perbaikan tanpa memasang pembaruan. Hasil simulasi bukan bukti bahwa patch sudah diterapkan.
Jika perbaikan tersedia dan sesuai dengan sistem Anda, jalankan:
sudo pro fix CVE-2026-98432Perintah ini mencoba memasang pembaruan yang tersedia untuk paket terdampak. Sebagian perbaikan mungkin membutuhkan layanan Ubuntu Pro sesuai cakupan dukungannya. Jika patch belum tersedia, perintah tersebut tidak dapat membuat server menjadi terlindungi dari CVE ini.
5. Aktifkan kernel hasil pembaruan dan verifikasi
Pada pembaruan kernel biasa, kernel baru digunakan setelah server melakukan boot ulang. Setelah instalasi selesai tanpa kesalahan dan jadwal pemeliharaan siap, jalankan:
sudo rebootSetelah server kembali dapat diakses, periksa:
uname -r
systemctl --failed
sudo pro fix --dry-run CVE-2026-98432Cocokkan kernel aktif dengan paket perbaikan yang sesuai. Uji juga website, database, email, dan aplikasi penting. Server yang berhasil menyala belum tentu berarti seluruh layanannya sudah bekerja normal.
Jika memakai Livepatch, pastikan ada konfirmasi bahwa CVE ini tercakup dan patch berhasil diterapkan. Status Livepatch aktif saja tidak cukup untuk menyimpulkan semua kerentanan kernel sudah ditangani.
Apa yang Bisa Dilakukan Jika Patch Belum Tersedia?
Selama menunggu perbaikan, lakukan pembatasan akses yang sesuai kebutuhan layanan:
Tutup layanan jaringan yang tidak digunakan.
Batasi panel administrasi dan layanan internal ke IP tepercaya atau VPN.
Pantau gangguan koneksi, crash, dan restart yang tidak direncanakan.
Ikuti pembaruan advisori serta informasi dari penyedia server.
Langkah tersebut merupakan pengurangan paparan secara umum, bukan pengganti patch atau jaminan pencegahan CVE ini. Layanan publik yang tetap terbuka masih memerlukan penanganan sesuai advisori.
Mengubah satu pengaturan TCP juga tidak boleh dianggap menyelesaikan seluruh masalah, karena pengumuman kernel menjelaskan lebih dari satu jalur kondisi pemicu.
Bagaimana dengan Pengguna Hosting dan Container?
Jika menggunakan shared hosting atau reseller hosting, hubungi penyedia untuk meminta konfirmasi pemeriksaan kernel pada server yang digunakan. Pembaruan aplikasi di akun pelanggan tetap diperlukan, tetapi pengelolaan kernel dilakukan oleh administrator server.
Pada VPS yang dikelola sendiri, pembaruan sistem operasi biasanya menjadi tanggung jawab penggunanya sesuai ketentuan layanan.
Untuk container yang berbagi kernel dengan host, pembaruan paket di dalam container tidak mengganti kernel host. Pemeriksaan dan perbaikan perlu dilakukan pada mesin yang menjalankan container tersebut.
Pengguna layanan HyperCloudHost dapat menghubungi dukungan untuk memastikan pembagian tanggung jawab pengelolaan sesuai jenis layanan. Status keamanan server tertentu tetap perlu dikonfirmasi melalui pemeriksaan, bukan diasumsikan dari artikel ini.
Saat menangani kerentanan kernel, tujuan akhirnya adalah memastikan perbaikan yang tepat sudah tersedia, terpasang, dan aktif digunakan. Simpan hasil pemeriksaan sebelum dan sesudah pembaruan agar status penanganannya dapat ditelusuri.
Referensi utama: Advisori resmi Ubuntu — CVE-2026-98432.



